Apa Itu Headline Salespage, Jenis, dan Fungsinya
Headline adalah kalimat pertama yang menentukan konten dibaca atau dilewati. Kenali fungsinya, jenis dari clickbait sampai branded, dan standar panjang SEO.
Headline adalah kalimat pertama yang dibaca orang dari sebuah konten, iklan, artikel, atau halaman jualan. Dalam bahasa sehari-hari ia sering disebut judul, tetapi di dunia pemasaran headline punya tugas yang lebih spesifik, yaitu merebut perhatian lalu membawa pembaca ke kalimat berikutnya.
Kalimat pendek ini menentukan nasib seluruh isi di bawahnya. Sebagus apa pun artikel atau penawaranmu, pembaca yang tidak berhenti di headline tidak akan pernah sampai ke isinya.
Artikel ini membahas headline dari sisi konsepnya. Mulai dari apa itu headline dan fungsinya, bagaimana para pakar periklanan dunia mendefinisikannya, apa bedanya headline clickbait, SEO friendly, dan branded, sampai pelajaran dari situs viral dunia serta pola headline yang sebaiknya tidak kamu buat.
Rumus headline siap pakai untuk jualan sengaja tidak dibahas di sini, karena sudah tersedia di Headline Generator yang sekaligus menyediakan alat gratis untuk membuat puluhan variasinya.
Apa itu headline
Secara harfiah headline berarti baris kepala, yaitu baris teks yang diletakkan di posisi paling atas dan paling menonjol dari sebuah konten. Istilahnya lahir di industri surat kabar, ketika judul besar di halaman depan menentukan koran itu laku atau tidak di kios.
Ketika medianya pindah ke layar, istilah ini ikut berpindah ke banyak bentuk. Judul artikel blog adalah headline, kalimat pembuka iklan adalah headline, subjek email adalah headline, bahkan teks pertama pada video pendek pun berperan sebagai headline. Khusus di halaman jualan, headline adalah kalimat besar pertama yang menyatakan janji atau hasil dari produkmu.
Yang sering tertukar, headline bukan nama produk dan bukan slogan. Nama produk menjawab ini barang apa, slogan menjawab ini brand apa, sedangkan headline menjawab apa untungnya buat saya dari sisi pembaca.
Empat fungsi utama headline
Robert W. Bly dalam bukunya The Copywriter's Handbook merangkum pekerjaan sebuah headline menjadi empat fungsi.
- Menarik perhatian. Pembaca sedang scroll atau menyapu halaman dengan cepat, dan headline adalah satu-satunya kesempatanmu menghentikannya.
- Menyeleksi audiens. Headline memberi sinyal untuk siapa konten ini ditulis, sehingga orang yang tepat merasa ini untuknya.
- Menyampaikan pesan yang utuh. Sebagian orang hanya membaca headline, jadi ia harus tetap bermakna walau berdiri sendiri.
- Menggiring pembaca masuk ke isi. Setelah perhatian didapat, headline harus cukup menjanjikan supaya kalimat berikutnya ikut dibaca.
Empat beban inilah yang membuat satu baris headline sering lebih sulit ditulis daripada satu paragraf isi.
Definisi headline menurut para pakar dunia
Pemahaman soal headline tidak lahir di era media sosial. Para penulis iklan klasik sudah membedahnya puluhan tahun sebelum internet ada, dan definisi mereka masih menjadi rujukan sampai sekarang.
David Ogilvy, pendiri agensi Ogilvy and Mather yang dijuluki bapak periklanan modern, menulis dalam Confessions of an Advertising Man.
On the average, five times as many people read the headline as read the body copy. When you have written your headline, you have spent eighty cents out of your dollar.
Artinya, rata-rata lima kali lebih banyak orang membaca headline dibandingkan isi iklan. Saat kamu selesai menulis headline, kamu sudah menghabiskan delapan puluh sen dari setiap dolar nilai iklanmu. Bagi Ogilvy, headline adalah bagian iklan yang paling mahal harganya.
John Caples dalam Tested Advertising Methods merumuskan tiga daya tarik yang membuat headline berhasil, yaitu kepentingan diri pembaca, berita, dan rasa ingin tahu. Iklan legendarisnya untuk kursus piano, They Laughed When I Sat Down at the Piano, but When I Started to Play!, memakai ketiganya sekaligus dan menjadi salah satu iklan paling dikutip sepanjang masa.
Claude Hopkins dalam Scientific Advertising menambahkan fungsi seleksi. Menurutnya tugas headline adalah memilih orang yang bisa tertarik pada tawaranmu, karena iklan tidak perlu dibaca semua orang, cukup dibaca calon pembeli yang tepat.
Ketiga pendapat itu bisa disarikan menjadi satu kalimat. Headline adalah penyaring pertama yang menentukan siapa yang berhenti dan siapa yang lewat begitu saja.
Apa itu headline clickbait
Clickbait adalah headline yang sengaja menyembunyikan informasi kunci atau membesar-besarkan janji demi klik, sementara isinya tidak membayar rasa penasaran yang sudah dibangkitkan. Pola khasnya seperti Anda tidak akan percaya apa yang terjadi selanjutnya atau nomor tiga bikin kaget.
Psikologi di baliknya sudah dipetakan. Pada 1994, psikolog George Loewenstein menjelaskan curiosity gap, yaitu rasa gelisah yang muncul ketika orang sadar ada informasi yang belum ia ketahui. Clickbait memanipulasi celah itu, membuka rasa penasaran yang besar lalu membayarnya dengan isi yang kecil.
Konsekuensinya nyata. Facebook resmi menurunkan jangkauan konten berheadline clickbait lewat pembaruan News Feed pada 2014 dan dipertegas pada 2016, sementara Google memperlakukan judul yang menyesatkan sebagai tanda konten berkualitas rendah. Clickbait mungkin memenangkan klik hari ini, tetapi membakar kepercayaan untuk besok.
Batasnya sederhana. Headline yang membuat penasaran itu sah selama isi benar-benar melunasi janjinya. Ia baru menjadi clickbait ketika janji dilebih-lebihkan atau tidak pernah ditepati.
Headline SEO friendly dan standar panjangnya
Di dunia SEO, headline punya dua wajah. Pertama title tag, yaitu judul biru yang tampil di hasil pencarian Google, dan kedua H1 di dalam halaman. Keduanya boleh sama atau berbeda, tetapi title tag adalah kandidat utama yang ditampilkan Google ke pencari.
Standar panjang yang dipakai praktisi SEO adalah sekitar 50 sampai 60 karakter, atau kurang lebih 600 piksel lebar di tampilan desktop. Google tidak memotong berdasarkan jumlah huruf melainkan lebar piksel, jadi judul dengan banyak huruf sempit bisa sedikit lebih panjang. Lewat batas itu, judulmu terpotong tanda elipsis dan klik biasanya turun.
Headline SEO friendly umumnya memenuhi syarat berikut.
- Kata kunci utama diletakkan sedekat mungkin ke awal tanpa membuat judul terasa dipaksakan.
- Judul menjawab intent pencarian. Pencari
cara membuat salespagebutuh panduan langkah, bukan halaman jualan. - Ada pendorong klik yang jujur seperti angka, tahun, atau manfaat spesifik.
- Tidak menumpuk keyword berulang, karena judul yang ditulis untuk robot jarang diklik manusia.
Perlu dibedakan, panjang judul SEO dan panjang headline di halaman jualan adalah dua hal berbeda. Title tag disiplin di bawah 60 karakter, sementara headline salespage boleh lebih ekspresif selama masih terbaca dalam satu tarikan napas.
Apa itu headline branded
Headline branded adalah headline yang menjadikan nama brand atau produk sebagai unsur utamanya, misalnya pola Nama Produk, solusi untuk masalah X. Tujuannya bukan hanya klik, melainkan membangun asosiasi, karena setiap tampil di hasil pencarian atau feed adalah satu tayangan gratis untuk nama brandmu.
Untuk brand yang sudah dikenal, headline branded sangat kuat karena orang memang mencari namanya. Untuk brand yang belum dikenal, urutannya biasanya dibalik, manfaat atau keyword dulu baru nama brand di belakang, supaya judul tetap menjawab kebutuhan pencari sambil tetap membawa identitas.
Sedang membangun halaman jualanmu sendiri? Susun sekarang di Temonjo, gratis 7 hari pertama.
Coba Gratis 7 HariHook point ala Brendan Kane
Brendan Kane, ahli strategi digital yang menangani pertumbuhan akun para selebriti dunia, menulis buku Hook Point (How to Stand Out in a 3-Second World). Menurutnya manusia digital hari ini dibanjiri lebih dari 60 miliar pesan setiap hari di berbagai platform, dan kamu hanya punya sekitar tiga detik sebelum orang menggeser layar.
Hook point adalah pesan singkat yang dirancang untuk merebut perhatian dalam tiga detik itu. Ia bisa berupa teks, thumbnail, format konten, atau konsep utama, dan tugasnya satu, membuat orang berhenti lalu mau memberi detik berikutnya. Dalam konteks tulisan, headline adalah hook point utamamu.
Kane menegaskan satu hal penting, hook point bukan clickbait. Hook yang benar menempel pada nilai yang nyata dan isinya melunasi apa yang dijanjikan, sedangkan clickbait hanya meminjam perhatian tanpa pernah melunasinya. Kerangka kerjanya adalah hook untuk merebut perhatian, story untuk menahannya, dan authenticity untuk mengubahnya menjadi kepercayaan.
Karena itu ia menyarankan untuk tidak menikahi satu headline. Perlakukan setiap headline sebagai hipotesis, uji ke audiens nyata, lalu ubah berdasarkan responsnya, siklus yang ia sebut hypothesis, test, dan pivot.
Pelajaran dari headline situs viral dunia
Era 2012 sampai 2016 adalah masa kejayaan situs viral seperti Upworthy dan BuzzFeed, dan keduanya meninggalkan pelajaran berharga soal headline.
Upworthy terkenal dengan aturan 25 headline. Pendirinya, Eli Pariser, mewajibkan penulis membuat 25 alternatif judul sebelum sebuah konten terbit, lalu tim memilih yang terbaik. Alasannya ia jelaskan sendiri, a good headline can be the difference between 1,000 people and 1,000,000 people reading something, headline yang baik bisa menjadi pembeda antara seribu dan satu juta pembaca. Menulis 25 variasi memaksa penulis keluar dari ide pertama yang biasanya paling biasa.
BuzzFeed memopulerkan listicle dan headline yang membuka curiosity gap, sementara Jonah Berger dalam buku Contagious menunjukkan bahwa konten yang membangkitkan emosi intens seperti kagum, haru, atau geram lebih sering dibagikan. Gabungkan keduanya dan kamu mendapat resep era itu, emosi tinggi, rasa penasaran, dan format angka.
Pelajaran terpenting justru datang dari akhir ceritanya. Ketika curiosity gap dibawa terlalu jauh ia menjadi clickbait, dan algoritma Facebook memangkas jangkauan situs-situs tersebut. Pola viralnya tetap layak ditiru, yaitu menulis puluhan alternatif dan memancing emosi yang nyata, tetapi janjinya wajib dilunasi isi.
Headline yang salah dan sebaiknya tidak dibuat
Berikut pola headline yang terlihat menggiurkan tetapi justru merusak hasil dalam jangka panjang.
- Clickbait yang tidak dibayar isi, karena setiap klik yang tertipu adalah kepercayaan yang hilang.
- Janji yang tidak bisa dibuktikan seperti
dijamin kaya dalam tujuh hari, selain menyesatkan juga berisiko secara hukum. - Keyword stuffing seperti
jual skincare murah skincare terbaik beli skincare, judul yang ditulis untuk mesin dan diabaikan manusia. - Terlalu pintar sampai ambigu, headline puitis yang membuat pembaca bertanya ini sebenarnya menawarkan apa.
- Kelebihan panjang sehingga bagian pentingnya terpotong di hasil pencarian atau di feed.
- Huruf kapital semua dan tanda seru beruntun, kesan berteriak justru menurunkan kredibilitas.
- Tidak relevan dengan isi halaman, pengunjung yang salah datang lalu langsung pergi dan sinyal buruknya tercatat mesin pencari.
- Menjiplak headline viral tanpa konteks, pola yang cocok untuk situs hiburan belum tentu cocok untuk halaman jualanmu.
Menerapkannya di halaman jualanmu
Dari semua teori di atas, cara kerjanya sebenarnya sederhana. Pahami bahasa audiensmu, tulis banyak alternatif seperti kebiasaan Upworthy, saring dengan empat fungsi Bly, lalu pastikan isi halamanmu melunasi janjinya.
Untuk mempercepat tahap menulis alternatifnya, kamu bisa memakai Headline Generator gratis yang menghasilkan puluhan variasi dari nama produk dan manfaat yang kamu isi. Setelah kandidat terbaik didapat, pasang di salespage-mu dengan panduan copywriting salespage untuk pemula.
FAQ seputar headline
Apa bedanya headline dan judul
Secara istilah keduanya merujuk pada kalimat di bagian atas konten. Kata judul dipakai untuk umum, sedangkan headline dipakai di dunia periklanan dan pemasaran untuk menekankan fungsinya menarik perhatian.
Berapa panjang headline yang baik
Tergantung tempatnya. Untuk title tag di hasil pencarian Google, aman di bawah 60 karakter atau sekitar 600 piksel. Untuk headline halaman jualan, satu kalimat yang terbaca dalam satu tarikan napas, umumnya di bawah 15 kata.
Apakah clickbait selalu buruk
Yang buruk adalah clickbait yang tidak dibayar isinya. Memancing rasa penasaran itu sah selama isi melunasi janji headline, sesuai prinsip hook point ala Brendan Kane.
Apakah headline harus mengandung nama brand
Tidak harus. Untuk brand yang belum dikenal, letakkan manfaat atau keyword di depan dan nama brand di belakang. Nama brand di depan baru kuat bila orang memang mencarinya.
Satu halaman, langsung jualan.
Susun salespage pertamamu hari ini, terbitkan di domain sendiri, dan mulai terima order tanpa menunggu website selesai.